Urgensi Mutabaah Yaumiyah

Monday, September 6, 2010

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam. Kepada-Nya kita menyembah dan kepada-Nya kita memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi termulia Muhammad bin Abdullah, kepada seluruh keluarganya, sahabat-sahabatnya dan pengikut-pengikutnya hingga hari akhir.
Wahai saudaraku, sadarilah bahwa tujuan dakwah ini salah satunya ingin membina setiap mukmin menjadi sosok yang seutuhnya. Sehingga kita pun dituntut untuk terus melakukan islahun-nafs ‘perbaikan diri’. Muhasabah ‘intopeksi diri’ adalah salah satu sarananya. Jika kebaikan yang didapatinya hendaklah memuji hanya kepada Allah, tetapi jika bukan kebaikan hendaklah memohon ampun dan bersungguh-sungguh dalam memperbaikinya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”(Al-Hasyr:18)
Sehubungan dengan itu ada beberapa hal yang perlu disampaikan demi kelancaran dakwah ini. Kita tahu dan yakin bahwa dakwah/jihad itu tidak akan pernah bersanding dengan kata santai. Barang siapa yang menganggap ringan hal ini, maka ia tidak akan sanggup melaksanakannya, kecuali atas pertolongan Allah. Oleh karena itu hal-hal yang sifatnya tidak perlu sudah saatnya untuk kita tinggalkan. Kita semua sangat prihatin dan merasa teriris manakala masih ada sebagian dari kita yang sibuk dengan komputer’game’-nya, musik-musiknya, dan segala aktivitas yang kurang bermanfaat. Maka dari itu sudah saatnya kita berusaha kuat untuk membuang jauh-jauh hal itu dari kehidupan kita. Sekali lagi karena dakwah ini tidak akan hidup tanpa keseriusan di dalamnya!
Dan mengenai buku mutaba’ah yang sudah kita sepakati sewaktu musyawarah pleno tgl 31 Maret lalu, kami mengharapkan dengan pengharapan yang sangat kepada antum untuk bersedia mengisinya secara kontinyu setiap hari semenjak buku itu diserahkan kepada antum. Sehingga sewaktu diambil tidak ada alasan belum mengisi dan lupa karena tidak mengisi setiap harinya. Tidak ada niatan kita untuk melihat dan berfikir macam-macam tentang apa yang antum isikan di buku itu. Tidak juga untuk mengunggul-unggulkan amaliah yang kita kerjakan. Semua itu tidak lain adalah sebagai sarana muhasabah bagi kita. Semua yang telah kita kerjakan biarlah Allah yang menilai, kita hanya mampu mengambil ibrah dari apa yang telah terjadi. Kalau antum takut riya’, maka sesungguhnya ketakutan antum itu juga merupakan riya’. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak kebaikan ini.
Tidak ada sikap yang lebih baik dan mulia bagi kita, sebagai hamba Allah yang beriman serta keutamaan kita karena dakwah, selain rasa syukur atas segala ni’mat-Nya. Semoga kita tetap mampu mengemban beban ini sehingga tidak terjatuh bersama orang-orang yang berguguran di jalan dakwah. Amin.
Wa’alaikumussalam warahmatullah


0 comments:

Post a Comment

 
 
 

Sms Gratis

Pengikut Blog