Khutbah Jum'at: Kejahatan dan Permusuhan Abadi Yahudi

Friday, September 3, 2010

Derasnya berita kejahatan Israel yang disiarkan oleh hampir seluruh media massa telah membuka mata dunia. Serangan Israel ke kapal Mavi Marmara yang menewaskan 19 relawan, penghadangan kapal-kapal Aramada Kebebasan, serta sikap arogan mereka dengan tetap memblokade Gaza adalah bagian kecil dari kejahatan yang selama ini tidak diketahui oleh banyak muslim. Sejatinya, sejak dahulu kala, nenek moyang mereka juga banyak melakukan kejahatan yang serupa, bahkan lebih besar. Baik pada masa Rasulullah SAW ataupun Rasul sebelumnya. Al-Qur'an menjelaskan itu. Sirah Nabawiyah juga mencatat sejarah mereka. Karenanya Khutbah Jum'at Terbaru ini berusaha membahas sejarah singkat kejahatan mereka. Di samping agar kaum muslimin memahami bahwa Yahudi selalu memusuhi Islam, juga agar kaum muslimin memiliki sikap yang tegas untuk membela saudara-saudaranya di Palestina. Dengan demikian, tema Khutbah Jum'at edisi 28 Jumadil Tsani 1431 H yang bertepatan dengan 11 Juni 2010 M ini adalah: Kejahatan dan Permusuhan Abadi Yahudi.

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan nikmat dan rahmat-Nya kepada kita. Dari hari ke hari. Dari Jum'at ke Jum'at. Tak ada satu pun satuan waktu yang luput dari nikmat Allah. Namun, seringkali kita yang luput hingga berlalu beberapa waktu sementara kita tak kunjung bersyukur pada-Nya. Semoga kita tidak mengikuti Bani Israel yang diabadikan dalam Al-Qur'an karena kekufurannya.

Salawat dan salam atas Rasulullah SAW. Rasul dan nabi terakhir yang menjadi teladan terbaik bagi umat Islam. Beliau telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana bersyukur kepada Allah. Diantaranya adalah berkasih sayang sesama orang beriman dan tidak pernah gentar menghadapi permusuhan orang-orang yang hendak merusak Islam. Termasuk permusuhan Yahudi.

Maka khatib dalam kesempatan yang mulia ini mengajak diri khatib sendiri dan seluruh jamaah agar bertaqwa kepada Allah SWT. Yakni dengan menapaki Islam ini secara kaffah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah : 208)

Diantara bukti ketaqwaan adalah kecintaan yang besar kepada Islam dan kaum muslimin. Pada saat yang sama, membenci setiap kekufuran, musuh Islam dan kaum muslimin.

Ma'aasyiral muslimin rahimakumullah,
Derasnya berita kejahatan Israel yang disiarkan oleh hampir seluruh media massa telah membuka mata dunia. Serangan Israel ke kapal Mavi Marmara yang menewaskan 19 relawan, penghadangan kapal-kapal Aramada Kebebasan, serta sikap arogan mereka dengan tetap memblokade Gaza adalah bagian kecil dari kejahatan yang selama ini tidak diketahui oleh banyak muslim. Sikap-sikap ini juga menunjukkan betapa mereka bersikap sebagaimana yang diberitakan Al-Qur'an: tidak akan membiarkan muslim tenang dengan keislamannya.

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah : 120)

Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha pada keislaman kita. Terlebih Yahudi. Firman Allah dalam surat Al-Maidah memperjelas permusuhan ini.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi (QS. Al-Maidah : 82)

Apa yang dilakukan Yahudi Israel di Palestina semakin menunjukkan kebenaran firman Allah ini. Maka jika kaum muslimin justru mengikuti kemauan mereka, untuk berdamai, yang hakikatnya jebakan dan tipuan belaka, kaum muslimin justru akan kehilangan perlindungan Allah SWT. Jika kaum muslimin menyerah dan tidak berjihad, membeo saja pada kemauan mereka, bahkan latah ikut millah mereka, maka kaum muslimin akan kehilangan pertolongan Allah Azza wa Jalla. Jika perlindungan dan pertolongan Allah tidak ada lagi, yang berlaku hanya sunnah kauniyah-Nya. Siapa yang jumlah militernya lebih banyak, teknologi perangnya lebih canggih, persenjataannya lebih hebat, dialah yang memenangkan peperangan. Dalam kondisi sekarang, artinya Yahudi Israel itu yang akan menang dan kaum muslimin semakin menjadi bulan-bulanan.

Kita patut bersyukur bahwa di sana masih ada kaum muslimin yang berjihad untuk membela Al-Aqsa. Masih ada kaum muslimin yang tidak mau menyerah pada Israel. Masih ada kaum muslimin yang tidak mau tunduk pada zionis. Maka perlindungan dan pertolongan Allah pun sering mereka dapatkan. Sampai sekarang masjid Al-Aqsa masih berdiri. Sampai sekarang mereka masih kuat meski diblokade bertahun-tahun. Bahkan umat Islam mampu bertahan dan mencapai kemenangan dalam perang Furqan akhir tahun 2008 lalu. Kalau bukan karena pertolongan Allah, lalu logika apa yang mampu menjelaskannya?

Ikhwatal iman rahimakumullah,
Marilah kita tengok sebentar sejarah kejahatan Yahudi dalam Al-Qur'an. Agar kita mengetahui karakter mereka, hingga jelaslah sikap kita dalam menghadapi permusuhan mereka. Sejelas pembelaan kita pada masjid Al-Aqsa dan kaum muslimin di Palestina.

Dalam kitab Qabaih al-Yahud, dijelaskan bahwa setidaknya ada 12 kejahatan Yahudi yang diungkap Al-Qur'an.

Pertama, menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. Maka Allah mengingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti mereka dalam bersikap atas Nabi dan Rasul.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آَذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah. (QS. Al-Ahzab :69)

Kedua, enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آَتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat). (QS.Al-baqarah : 93)

Ketiga, tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung.

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang[50], karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya". (QS. Al-Baqarah :55)

Keempat, mengubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut.

وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ * فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak dimana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik". Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik. (QS. Al-Baqarah : 58-59)

Kelima, menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina.

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil". (QS. Al-Baqarah : 67)

Keenam, menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah.

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 79)

Ketujuh, memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli.

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran : 78)

Kedelapan, mengubah Firman Allah.

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS.2:75)

Kesembilan, menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَى أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahan) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Baqarah : 51)

Kesepuluh, mengatakan Tangan Allah terbelenggu.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (QS. Al-Maidah : 64)

Kesebelas, menuduh Allah itu faqir.

لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: "Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya". (QS. Ali Imran :181)

Kedua belas, menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka

قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja".
(QS. Al-Maidah : 24)

Ayyuhal muslimun yahdikumullah,
Di samping kedua belas kejahatan itu, ada satu kejahatan lagi yang tak kalah besar dan menjadi penjelasan bagi kita di abad modern ini untuk tidak kaget dengan pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan Yahudi. Kejahatan yang direkam oleh Al-Qur'an ini adalah kebiasaan Yahudi membunuh nabi-nabi.

سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar". (QS. Ali Imran : 181)

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah SWT,
Selain Al-Qur'an yang menjelaskan kejahatan-kejahatan Yahudi pada masa sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, sirah Nabawiyah juga dipenuhi dengan pengkhianatan dan kejahatan Yahudi di Madinah. Di antaranya adalah:

Pertama, pengkhianatan janji yang telah disepakati bersama oleh kaum muslimin dan Yahudi. Inilah sebab terbesar sehingga terjadi perang bani Qainuqa, perang bani Nadhir, dan perang Bani Quraizhah.

Kedua, praktek ribawi Yahudi di pasar Madinah yang dengannya mereka menguasai suku Aus dan Khazraj sebelum berjayanya para pengusaha muslim di sana.

Ketiga, upaya provokasi yang senantiasa dihembuskan kepada kaum anshar. Agar kaum anshar kembali berpecah belah dan bermusuhan sebagaimana dulu mereka berperang, antara suku Aus dan suku Khazraj. Ini pula yang menjadi penyebab perang Bani Qainuqa' yang berakhir dengan pengusiran mereka dari Madinah.

Keempat, sikap sombong dan dendam Yahudi kepada Rasulullah dan kaum muslimin. Mereka tidak berani menampakkannya secara terang-terangan tetapi dalam sepi mereka mengkristalkan sikap itu diantara sesamanya.

Kelima, upaya pelecehan terhadap kaum muslimah dan kehormatannya. Seperti yang terjadi di pasar Bani Qainuqa' oleh pedagang emas Yahudi. Ini juga menjadi penyebab meletusnya Perang bani Qainuqa'.

Keenam, upaya membunuh Rasulullah jika ada kesempatan. Ini dilakukan menjelang perang Bani Quraidzah namun malaikat Jibril terlebih dahulu menyampaikan kepada Rasulullah sehingga beliau selamat.

Ketujuh, pengkhianatan dari dalam, khususnya ketika ada momentum yang tepat dan kaum muslimin sedang dalam kondisi terjepit. Seperti yang terjadi pada perang Khandaq.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Demikianlah sikap Yahudi. Kejahatannya telah ada sejak dahulu kala dan direkam oleh Al-Qur'an serta sirah Nabawiyah. Maka kejahatan mereka pada kaum muslimin Palestina hari ini semakin meneguhkan posisi mereka sebagai musuh Islam, dan semakin menguatkan kedudukan mereka sebagai penjahat dan pembuat kerusakan.

وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } [آل عمران: 102]
{ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا } [الأحزاب: 70، 71].

Jama'ah jum'at yang dirahmati Allah,
Semoga paparan dalam khutbah pertama menyadarkan kita akan posisi Yahudi. Mereka tidak pernah berubah, dan selayaknya sikap kita pun tidak berubah. Kita akan tetap mencintai kaum muslimin termasuk muslim Palestina, membela mereka dan mendukung mereka dengan segala upaya. Jika kita tidak mampu atau tidak berkesempatan secara langsung membantu di Palestina, setidaknya kita membantu mereka dengan sebagian dana dan selalu mendoakan mereka.

Adapun kepada Yahudi Israel yang terus membunuhi saudara-sudara kita, kita pun bersikap tegas kepada mereka. Sebagaimana mereka memusuhi Islam, kita pun akan memusuhi mereka. Sepatutnya kita melawan dengan segala cara yang kita bisa. Memboikot produk-produk Israel adalah bagian dari jihad kita. Firman Allah tidak pernah dicabut dan harusnya seperti itulah sikap kita:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong (QS. Al-Baqarah : 120)

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at edisi 28 Jumadil Akhir 1431 H, 11 Juni 2010 M; Bersama Dakwah]

0 comments:

Post a Comment

 
 
 

Sms Gratis

Pengikut Blog